Berdiri sejak tahun 2014, NAFISAH batik yang berada di wilayah kampung batik Kauman Solo, Jawa. Memulai usahanya dalam memproduksi batik tulis dan kain ikat celupan atau biasa disebut kain Jumputan.
Untuk melestarikan keunikan Kain Jumputan, teknik yang dilakukan adalah dengan cara tradisional yaitu dengan cara mengikat kain sebelum dilakukan pencelupan warna.
Dengan kecintaannya terhadap karya seni tradisional Solo, Ibu Nafisah sebagai Pemilik dan Pengrajin langsung yang menangani NAFISAH batik mempunyai misi untuk :
- Memperkenalkan seni Batik kain Jumputan Tradisional kepada masyarakat luas, di dalam maupun diluar negeri.
- Melestarikan tekhnik pembuatan kain Jumputan secara tradisional yang mulai bergeser kearah teknologi modern.
“Memproduksi kain Jumputan ini memang membutuhkan ketekunan mbak..” ungkap ibu Nafisah seraya team Warma Store melakukan sesi pengambilan gambar untuk hasil kerajinan batik karyanya.
Beliau melanjutkan, “Jaman sekarang proses pembuatan kain Jumputan ini sudah jarang dilakukan karena memakan waktu. Namun nilai keunikan seni tradisional dari proses pembuatan inilah yang tidak bisa digantikan oleh Mesin atau teknologi modern..”
Memproduksi kain Jumputan ini memang membutuhkan ketekunan
Ibu Nafisah
Menjaga teknik pembuatan kain Jumputan Indonesia tetap hidup
Dengan pergerakan era modern ini lah ibu Nafisah merasa harus terus menekuni kerajinan kain jumputan dengan harapan dapat melestarikan Teknik tradisional dalam pembuatannya, sehingga kualitas dan keunikannya tetap terjaga.
Disamping mempertahankan kualitas proses pembuatannya, visi pemilik NAFISAH batik ini adalah agar terbukanya kesempatan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar untuk dapat memperolah manfaat dari usahanya ini.
Terdahulu, di masa Pandemi Covid tahun 2019, dengan bantuan pekerja sebanyak 6 orang yang harus dipertahankan oleh ibu Nafisah merupakan titik terberat untuknya. Beliau berusaha keras untuk mempertahankan usahanya yang hingga kini perlahan berhasil melewati masa sulit. Pada waktu ini, terus menjalankan NAFISAH batik dengan landasan kecintaannya terhadap seni batik tulis dan kain jumputan tradisional. Serta, mempertahankan prinsipnya untuk melestarikan kain Jumputan Solo.






